Friday, April 18, 2014

Sedang dalam kondisi terpuruk

Pernah ga sih kalian merasa sedang dalam kondisi terpuruk secara psikologis dan ketika di pikirkan dan di satukan dengan kondisi nyata saat ini, satu sama lain sangat berhubungan.

Pernah ga sih,kalian merasa sangat sendirian. Dari kecil sampe remaja, yang kalian miliki hanya 1 anggota keluarga karena keluarga yang lainnya sibuk bekerja, kata mereka sih itu untuk kalian.

Ketika sudah mulai dewasa, kalian sudah terbiasa dengan kesendirian itu, namun dengan kehadiran teman - teman kalian, saat itu kesendirian tidak terlalu berasa. Namun lambat laun ketika akhirnya anda memiliki kekasih, persahabatan anda dengan mereka mulai memudar. Anda memiliki teman baru, tapi tidak lama merekapun pergi.

Saat anda tidak punya siapa - siapa, bahkan kekasih anda lalu selalu sibuk dengan kegiatannya. Bahkan sampai hampir sama sekali tidak ada waktu untuk bertemu bahkan terkadang berkomunikasi dari jarak jauh pun tidak. Tapi anda tidak boleh menyibukan diri juga, jika berteman dengan sahabat lama, takut ada kesalahpahaman dan memang salah paham. Akhirnya anda terjebak dalam situasi "saya benar - benar tidak memiliki siapa - siapa"

Disaat kondisi psikologis anda sedang rapuh seperti itu, tidak ada seorangpun yang dapat anda harapkan. Bahkan kini teman lama andapun sudah tidak bersedia lagi berbagi waktu dengan anda meski hanya sekedar berbagi cerita, satu - satunya keluarga yang anda miliki juga kini telah berkeluarga hingga tidak mungkin anda berkeluh kesah terus menerus, ingin bercerita dengan orang tua pun tidak mungkin, karena mereka terlalu "sibuk" dan pastinya lebih tertekan lagi nantinya jika anda bercerita tentang kesendirian anda. Ingin mengikuti kegiatan yang anda sukai pun jadi ragu karena takut kekasih akan marah nantinya. Disaat itu, anda sudah terlalu bosan untuk bermain di dunia maya. Anda butuh manusia nyata.

Kemudian anda berdoa agar di berikan sesuatu agar anda tidak sendirian lagi. Tapi pada akhirnya anda tidak tau apakah ternyata doa itu salah atau tidak untuk diri anda.

Bagaimana jika disaat kecil - remaja, anda selalu sendirian. Ketika beranjak dewasa, anda pun harus sendirian, ketika akhirnya anda memiliki orang yang bisa menemani anda setiap saat, tidak ada satupun orang yang akan menerima anda, bahkan keluarga anda, bahkan society. Anda tidak memiliki apa - apa dan tidak punya siapa - siapa. Hanya ada dua pilihan, Hidup tapi anda sendirian dan tidak memiliki apa - apa, siapa - siapa, dan tidak menjadi apa - apa, atau mati tetapi anda tidak dapat masuk surga selama - lamanya karena anda mati dengan cara yang tidak seharusnya. Mana yang akan anda pilih?

=====

Entah, saat ini saya sangat tertekan. Kalimat ini sering terlintas di pikiran saya akhir - akhir ini. Tidak tau lagi harus bercerita kemana. Tidak tau lagi harus bagaimana. Terkadang lelah menangis sepanjang malam hanya karena pikiran yang negatif yang tidak tahu bagaimana ia muncul karena datangnnya begitu saja. Tapi air mata sulit berhenti.

Diluar sana banyak yang hidupnya lebih sulit dari saya, saya tau itu. Tapi tidak semua orang mampu menghadapi hidup yang sulit seperti itu. Saya hanya mencoba untuk lebih baik, lebih terbuka, lebih ceria, namun saya rasa itu bukan saya. Dan saya tidak tau bagaimana cara menjadi ceria jika saya tidak memiliki siapa - siapa nantinya.